Kegagalan Ke Si Er dan Intrik Raja Yan Zhu: Dua Ancaman bagi Luo Feng

Dalam episode 164 -165 serial Swallowed Star, Luo Feng nyaris kehilangan nyawa setelah dihajar oleh Ke Si Er, sosok misterius berlevel Undying. Meski Ke Si Er hanya Dewa Abadi tingkat awal, kekuatannya jauh di atas Luo Feng yang masih di level World Master tingkat awal.
Namun, kisah ini tidak berakhir dengan kematian Luo Feng, malah Ke Si Er yang tewas sia-sia. Sementara Luo Feng yang selamat justru menghadapi ancaman baru dari Raja Yan Zhu (魇烛王), Dewa Abadi berlevel King yang penuh intrik.
Ke Si Er: Upaya Pembunuhan yang Gagal
Ke Si Er, sang penyerang, awalnya mengira mudah mengalahkan Luo Feng. Saat Luo Feng berubah wujud menjadi Golden Horned Beast (Raja Tanduk Emas) untuk bertahan, Ke Si Er malah fokus menghancurkan makhluk itu. Padahal, sebagai Dewa Abadi, seharusnya ia bisa membunuh Luo Feng secara langsung.
Luo Feng tak menyerah. Dengan memadukan Bloodline Power dan teknik rahasia, serangannya melesat 10 kali lipat! Meski belum cukup untuk mengalahkan Ke Si Er, serangan balik ini memicu kemarahan sang Dewa Abadi.
Ke Si Er menghujani Luo Feng dengan pukulan mematikan, memaksanya mengeluarkan jurus pamungkas: "Cakar Penghancur Langit". Serangan ini membuat Ke Si Er terluka parah, memicunya melakukan ledakan diri sebagai upaya terakhir.
Ledakan dahsyat itu menghanguskan wujud Golden Horned Beast menjadi kerangka. Namun, Luo Feng sudah memisahkan inti energi (core nucleus)-nya dari tubuh, menyelamatkan diri lewat trik cerdik. Dengan bantuan Baba Tower, inti tersebut disembunyikan dalam World Ring, menghindari deteksi musuh.
Raja Yan Zhu: Ancaman Politik di Balik Layar
Meski selamat dari Ke Si Er, Luo Feng langsung dihadapkan pada ancaman baru: Raja Yan Zhu (魇烛王), Dewa Abadi level King yang skeptis. Raja Yan Zhu curiga keberhasilan Luo Feng bukan sekadar keberuntungan.
Ia memaksa interogasi untuk mengungkap rahasia di balik keselamatan Luo Feng. Raja Yan Zhu terkesan memaksakan dan jelas-jelas sedang menargetkan Luo Feng. Ia seakan-akan menolak bahkan tidak mempercayai semua perkataan Luo Feng.
Di bawah tekanan, Luo Feng mengaku selamat berkat teknik warisan Mo Gu Star dan faktor kebetulan. Ia menghindari menyebut fusi dengan Golden Horned Beast. Sayangnya, Raja Yan Zhu tak mudah percaya.
Di titik kritis ini, Zhen Yan Wang (真衍王), sekutu kuat sekaligus guru Luo Feng, muncul menghentikan interogasi. Kekuasaan Zhen Yan Wang sebagai Dewa Abadi level King yang lebih senior membuat Raja Yan Zhu mengurungkan niatnya.
Dua Musuh, Satu Strategi
Kisah ini menegaskan dua hal:
- Ke Si Er mewakili ancaman fisik langsung, tetapi kekuatan mentah tak selalu menjamin kemenangan.
- Raja Yan Zhu simbol ancaman politik, di mana intrik dan kekuasaan sering lebih berbahaya daripada pertarungan terbuka.
Luo Feng berhasil melewati keduanya berkat kecerdikan, persiapan matang, dan dukungan sekutu kuat. Namun, konflik dengan para Dewa Abadi lain masih mengintai. Bagaimana ia menghadapi tantangan berikutnya? Simak kelanjutan kisah heroik ini!